Novel Luh : Luh Aku Benci Sekolah – Aishworo Ang

Novel Luh : Luh.. Aku Benci Sekolah - Aishworo Ang

Luh Aku Benci Sekolah

Luh Aku Benci Sekolah sebuah ovel Karya Aishworo Ang. Novel Luh : Luh Aku Benci Sekolah (2021) tulisan Aishworo Ang (Kusworo) penulis buku asal Gunungkidul. Novel Luh ini menjadi buku ke-7 Karya dari Aishworo Ang. Buku sebelumnya antara lain : Mars (2013), Janji Langit (2010/2017). Aishworo adalah pengarang yang berasal dari Sabirejo, Semanu, Gunungkidul mengemukakan tanggapan dan sindiran sebagai wujud ketidakpuasan dan ketidaksetujuannya pada beberapa fenomena sosial yang ada di dalam novel keduanya, Mars.

Baca juga : Surat Izin Tidak Masuk Sekolah: Pentingnya Komunikasi Antara Orang Tua, Siswa, dan Sekolah
Novel Mars diangkat jadi sebuah Film, Film produksi Multi Buana Kreasindo dan Leica Production mengisahkan tentang perjuangan seorang ibu Tupon dalam membesarkan anak perempuannya, Sekar Palupi, ditengah keterbatasan. Film itu berlatar belakang kehidupan keras yang penuh derita di Gunungkidul.

Sudah lama saya kehilangan rasa dan gairah menulis

Luh Aku Benci Sekolah – Aishworo Ang, Dikutip dari FB Aishworo Ang. : NOVEL ‘LUH’ Sudah lama saya kehilangan rasa dan gairah menulis. Lebih dari 5 tahun tanpa satu pun buku terbit. 3 naskah di masa lalu yang sudah mencapai 50% pun juga tak tersentuh dan hanya mangkrak. Kelimpahan waktu di masa pandemi dan cambukan kecil dari Kang Hariwijaya membantu saya menemukan kembali remah-remah rasa dan gairah menulis dan akhirnya sebuah novel bisa lahir walaupun dengan posisi sungsang. Luh sendiri merupakan buku ke-7 saya.

Baca juga : Pernah terbayang Wikipedia di bukukan?

Novel Luh bukanlah karya bagus apalagi istimewa yang lahir dari kerja intelektual atau dari kontemplasi yang mendalam. Luh lahir tak lebih dari perenungan sederhana. Luh berkisah tentang alam Gunungkidul yang berbukit. Tentang nelangsa siswa di sekolah. Sedikit cinta yang absurt. Tentang mozaik-mozaik remeh yang terlupakan. Luh juga tak diniatkan masuk ranah pendidikan. Apalagi coba mengkritisi yang sudah ada. Saya jelas tak punya kapasitas soal itu. Dan saya cukup tahu diri. Akhirnya adalah sebuah kebanggaan besar bagi saya apabila bapak-ibu ‘kerso’ memiliki dan membacanya. Salam Takzim
Aishworo

Buku “Luh.. Aku Benci Sekolah” / FB Eddy Praptono Whasid / Aisworo Ang

Luh bercerita soal kemalasan dan kebencian terhadap sekolah

Tulis Hery Fosil di FB-nya, MENANTI TERBITNYA NOVEL ‘LUH’ KARYA AISHWORO ANG. Penulis Gunungkidul, Aisworo Ang akan segera meluncurkan karya terbarunya berjudul ‘Luh.. Aku Benci Sekolah’. Menurut rencana 15 Agustus buku sudah selasai cetak dan siap dipasarkan. Judul novel terbaru ini benar-benar mengejutkan, terlebih bila dibandingkan dengan novel sebelumnya ‘Lintang Lantip’ yang telah diangkat ke layar lebar. Terlihat amat bertolak belakang.

Jika Lintang Lantip berkisah tentang semangat dan kecintaan pada sekolah, maka Luh bercerita soal kemalasan dan kebencian terhadap sekolah. Bila Lintang Lantip adalah harapan maka Luh adalah keputus-asaan.
Karya terbaru Mas Aish, seperti dikatakan Kang Hariwijaya di lembar endors jelas berpotensi memicu perdebatan dan rentan disalahpahami. Bisa-bisa Si penulis akan kena kutuk dari para guru dan insan pendidikan.
Namun di situlah sisi menariknya novel ‘Luh’. Orang tak harus menulis yang baik-baik saja dan abai pada hal lain. Saya pribadi sudah tak sabar ingin membaca tuntas karya kawan kecil saya ini. Dan menunggu tanggal 15 rasanya lama sekali.
Mari, kita luangkan sedikit waktu untuk membaca karya asli anak Gunungkidul ini, anak dari Sambirejo, Semanu lalu menikah dan kini tinggal di Mentel Tanjungsari ini, di sela-sela kesibukan kita memikirkan pandemi yang masih belum ada tanda-tanda berakhirnya. Salam literasi.

Buki – Luh Aku Benci Sekolah – Aishworo Ang

Alhamdulillah pesan langsung dikirim

Eddy Praptono Whasid (FB): NOVEL BARU, Alhamdulillah pesan langsung dikirim, novel karya mas Aisworo … baru buka prolognya sudah kebayang buku ini buku bagus .. Gunungkidulan banget.. Siiiiikk tak lancut baca dulu yaaa. Yang belum dapatkan buku ini buruan yaaa hubungi langsung beliau mas Aisworo Ang.

Beberapa Komen lain : Rina Farikhah (FB) : Novelnya amazuing banget ditulis dengan bahasa yang membuat pembacanya tdk ingin berhenti membaca. Joko Kiswanto (FB) Selalu dan selalu ingin lanjut ke halaman berikutn

Imam Suharjo: