Solusi, Listrik untuk Sistem yang 100% Kritikal?

Listrik, kadang kita sering mengabaikan availability-nya (ketersedaanya untuk selalu ON). Baru kerasa itu penting sekali ketika “mahkluk” yang satu ini tiba-tiba PADAM. Seperti beberapa kasus yang lalu di Bandara Sukarno Hatta yang katanya hanya Trip sebentar (Hitungan detik). Apakah anda punya sistem yang sangat Krusial (kritikal), maksudnya sistem yang selalu mengharuskan ada supply listrik 24 jam? Jika anda menggunakan anda hanya mengadalkan pasokan Listrik dari luar tanpa cadangan yang bisa bekerja secara otimatis, sama artinya anda “bunuh diri”. 🙂

Apapaun supply listrik yang anda pakai (tidak hanya dari PLN), tidak ada yang bisa menjamin sistem listrik berjalan 100% tanpa OFF (Mati). Perencanaan sistem kelistrikan yang ideal adalah dirancang dari awal sesuai kebutuhan yang aka digunakan. Beberapa pertimbangan awal dalam perencanaan sistem kelistrikan menurut saya (pengalaman pribadi) antara lain :

  1. Perkiraan kebutuhan daya listrik, tentunya didahului dengan perkiraan beban Total yang nantinya akan di operasikan.
  2. Pemilihan Supply Utama Listrik, Untuk sistem yang membutuhkan daya besar yang paling mudah menggunakan PLN. Namun ada kalanya kita bisa memilih menggunakan sistem lain misalnya : Diesel, Tenaga Surya, Mikro Hidro atau yang lain.
  3. Supply untuk Cadangan sementara, supply Listrik yang cukup untuk membackup listrik dalam waktu sementara bisa dalam hitungan menit atau jam. Fungsinya untuk membackup supply Listrik utama jika FAIL dalam waktu yang tidak terlalu lama. Perangkat ini bisa berupa : UPS kecil beberapa ratus – ribu VA (Volt Ampere).
  4. Supply cadangan yang lebih permanen, Supply ini harusnya lebih bisa diandalkan daripada suppy cadangan sementara. Ketika sistem Utama masih OFF dan cadangan sementara sudah tidak KUAT lagi. Sistem ini harus bisa membackup lebih lama, bisa dalam hitungan jam atau beberapa hari. Sistem cadangan permanen antara lain : Mesin Diesel (Genset).
  5. Supply cadangan Listrik Permanen juga harus didukung dengan Cadangan Bahan Bakar yang Cukup. Kebeutuhan Volume cadangan bahan bakar tentunya bisa dihitung dan berapa Ukuran Bak Penapung. Beberapa kasus ditemui, Mesin Dieselnya ada, namun bahan bakar sudah menipis (tidak cukup).
  6. Aturannya Meskipun sistem OFF, Supply ke perangkat yang kritikal tidak boleh terputus (Tidak merasakan MATI LISTRIK). Proses pemindahan Supply listrik Utama ke cadangan-cadangan harusnya bisa berjalam Otomatis.
  7. Pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP), ini juga kadang banyak terlewatkan sehingga ketika sistem FAIL, operator /petugas kebinggunan (tidak tahu) harus berbuat apa.

Ini hanya sebuah sharing pengalaman saya pada sebuah project 6 Tahun yang lalu didaerah pedalaman di Sumatra.

  • Sistem Utama menggunakan PLN
  • Sadangan Sementara dengan UPS daya besar (di test bisa backup lebih dari 2×24 jam)
  • Cadangan Permanen menggunakan Genset Tenaga Gas
  • Jika FAIL akan menggunakan Diesel.

Tentunya tidak semua sistem akan menggunakan yang seperti diatas, tergantung design, kebutuhan dan Budget yang ada. Misalnya di tempat saya sekarang karena keterbatasan maka hanya di Sistem yang Kritikal di backup dengan UPS beberapa Ribu VA namun ditambahi menggunakan battery (Accu) dengan ampere yang Besar. Sudahkan Sistem Kelistrikan di tempat Anda Ideal?

editor1: