Lagi, Toto Raja Keraton Sejagat Mohon Maaf, Ini Semua Fiktif

Di ILC TVOne, Mantan Raja (Toto Santoso) dan Ratu (Fanny Aminadia) Agung Sejagat memohon maaf. Raja Keraton Agung Sejagat, menyampaikan permohonan maaf atas apa yang telah dilakukannya selama ini. Dia meminta maaf telah membuat resah masyarakat terutama warga Purworejo, Jawa Tengah.

Toto Santoso lahir 1978 di Wonosobo besar di Kediri dan pernah Tinggal di Jakarta pada tahun 2014 pindah ke Jogja. Wiraswasta /usaha di Jogja infonya juga punya Butik. Permohonan maaf atas polemik yang terjadi dan Menyesal dan jadi bahan bullyan. Pak totok menyesal juga karena ada sebagian (banak) orang membully meskipun ada 450 orang yang sebelumnya pengikutnya. Pemberitaan yang tumpang tindih merugikan pak Totok dan semua jadi berantakan.

Fanny Aminadia juga mohon maaf dan belum bisa mmemberikan keterngan, berita berkembang liar dan membuat peolemik masyarakat Indonesia. Fanny menyatakan tidak menghiananti merah putih dan Pancasila. Hukuman sosial sudah diterima dan kami mematuhi proses hukum. Fanny lahir di Jogja, pegiat di Seni, ormas dan sosial kemasyarakatan ungkap Pengacara Pak Totok.

Keraton Agung Sejagat itu dibuat Toto dan Fanni di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Purworejo. Mereka mengklaim sebagai penerus kemaharajaan Nusantara, Majapahit, yang muncul setelah perjanjian 500 tahun dengan Portugis berakhir.

Ari Tarigan Pengacara Bu Fanni

Tidak ada dalam literatir sejarah, ada pengalaman dan laku spritual wahyu mundur 500 tahun dari sekarang sebelum runtunya kerajaan majapahit. Pantai Selatan, Gunung Merapi dan Gunung Tidar merupakan beberapa tempat/lokasi Pak Totok dapat ilham dari meditasi.

editor1: