Dualisme Kepemimpinan di Keraton Kasunanan Surakarta itu apa?

Dualisme Kepemimpinan di Keraton Kasunanan Surakarta itu apa

Dualisme Kepemimpinan di Keraton Kasunanan Surakarta itu apa? Dualisme kepemimpinan artinya ada dua kubu yang sama-sama mengklaim kepemimpinan keraton dan menjalankan aktivitas masing-masing. Sejak beberapa tahun terakhir, Keraton Surakarta mengalami konflik internal keluarga kerajaan, sehingga:

⚔️ Ada dua struktur kepengurusan
📜 Masing-masing punya versi “resmi” sendiri
🏛️ Pemerintah jadi bingung harus berurusan dengan pihak yang mana
🤔 Kenapa ini berdampak ke pembayaran listrik?

Karena dalam tata kelola pemerintahan:

  • Dana APBD harus jelas penerimanya
  • Harus ada legal standing dan penanggung jawab resmi
  • Tidak boleh ada potensi sengketa atau temuan hukum

Kalau Pemkot membayar listrik ke satu pihak:

❌ Bisa diprotes pihak lain
❌ Bisa dianggap tidak netral
❌ Bisa bermasalah secara audit

Makanya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo memilih menghentikan sementara pembayaran, selain karena keterbatasan anggaran, juga karena situasi dualisme ini belum beres.

💡 Jadi bukan sekadar “tidak mau bayar”?

Bukan. Lebih tepatnya:

⚠️ Menunggu kejelasan
⚖️ Menghindari masalah hukum & administrasi
💰 Ditambah kondisi anggaran yang memang sedang ketat

Dan ini bersifat sementara, bukan pemutusan permanen.

📝 Ringkasnya
✔️ Dualisme = dua kepemimpinan dalam satu keraton
✔️ Pemkot Solo tidak ingin salah bayar
✔️ Penghentian listrik bukan bentuk pengabaian budaya, tapi soal tata kelola & hukum

Imam Suharjo: