Skip to content

(Artikel) Internet Marketing

Kumpulan Artikel Promo, Online, Internet advertising & Internet Marketing

  • Home
  • Buku Tamu
  • About
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Download
  • Toggle search form
Belajar jaringan komputer di kampus foto lama,

Evolusi dan Penghapusan Masa Orientasi Siswa (MOS) di Indonesia

Posted on July 22, 2024April 24, 2025 By Imam Suharjo

Sejarah MOS dan Transformasinya

Masa Orientasi Siswa (MOS) adalah kegiatan yang ditujukan bagi peserta didik baru yang telah berlangsung sejak zaman kolonial Belanda. MOS kini sudah dihapus dan digantikan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Sebelum adanya MPLS, para siswa baru di jenjang pendidikan menengah dan atas mengikuti kegiatan MOS saat baru masuk sekolah. Kegiatan ini berlangsung selama beberapa hari sebelum dimulainya proses belajar.

Sejarah Plonco dan Perploncoan

Kegiatan MOS memiliki sejarah panjang yang dahulu dikenal dengan istilah plonco atau perploncoan, yang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Dalam buku Bunga Rampai dari Sejarah Volume 2 oleh Mohammad Roem, diceritakan bagaimana pengalamannya diplonco ketika masuk Stovia (Sekolah Dokter Bumiputera) pada 1924. Roem menggambarkan bahwa perploncoan sudah bertahun-tahun dilaksanakan tanpa insiden yang melampaui batas karena pengawasan yang ketat.

Asal Usul Kata “Perploncoan”

Kata perploncoan berasal dari kata “plonco” yang artinya kepala gundul. Penggundulan pada masa perploncoan kemungkinan besar kali pertama dilakukan pada masa pendudukan Jepang. Menurut Rahardjo Darmanto Djojodibroto dalam buku Tradisi Kehidupan Akademik, kata perploncoan pertama kali digunakan sebagai pengganti ontgroening.

Evolusi dan Penolakan Terhadap Perploncoan

Pada masa revolusi kemerdekaan, perploncoan terus dilakukan, misalnya di Universitas Indonesia pada April 1949. Perploncoan dianggap sebagai sisa kolonialisme dan feodalisme, sehingga pernah terjadi penolakan pada kegiatan ini oleh partai dan organisasi komunis seperti PKI dan CGMI. Akhirnya, perploncoan dilarang oleh pemerintah dan diganti dengan berbagai istilah seperti Masa Kebaktian Taruna (1963), Masa Prabakti Mahasiswa atau Mapram (1968), Pekan Orientasi Studi (1991), Orientasi Studi Pengenalan Kampus (Ospek), Orientasi Perguruan Tinggi (OPT), dan akhirnya menjadi Masa Orientasi Siswa (MOS). Beberapa tahun terakhir, MOS diubah menjadi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Tujuan MOS

Dikutip dari situs resmi sma.kemdikbud.go.id (22/7/2024), kegiatan MOS atau saat ini MPLS sebenarnya, MPLS memiliki tujuan positif bukan ajang balas dendam. Agenda MOS yang saat ini jadi MPLS adalah untuk menyambut murid baru dan hampir dilaksanakan oleh seluruh sekolah atau kampus. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk sarana perkenalan antara siswa dengan lingkungan barunya di sekolah tersebut, baik itu perkenalan antar siswa baru, dengan kakak kelas, ataupun guru dan karyawan lainnya. Selain itu, MOS juga dijadikan sebagai wahana untuk melatih kedisiplinan, ketahanan mental, dan mempererat tali persaudaraan, sehingga bisa menjadi sarana untuk membentuk karakter siswa.

Kontroversi dan Dampak Negatif MOS

Meskipun memiliki tujuan positif, praktik MOS sering menyimpang. Beberapa kasus seputar kegiatan MOS pernah terjadi di Indonesia dan cukup mencoreng dunia pendidikan. Beberapa peserta MOS dikabarkan cedera bahkan sampai meninggal dunia karena kelelahan setelah mengikuti kegiatan MOS yang menguras energi. MOS juga dikenal sebagai kegiatan yang merepotkan, dengan atribut yang aneh dan tidak relevan. Baca juga informasi tentang Apa tujuan utama dari MPLS?

Psikolog pendidikan dan Ketua Komisi Perlindungan Anak (Komnas PA), Seto Mulyadi (Kak Seto), menyatakan bahwa MOS sebaiknya diganti dengan kegiatan yang lebih bermanfaat karena dianggap sebagai ajang balas dendam kakak kelas kepada juniornya. Kak Seto mengatakan MOS di Indonesia tidak mengandung unsur edukatif yang kreatif, tetapi lebih mengarah kepada perploncoan siswa baru. Karena itu, untuk memutus rantai perploncoan, MOS sebaiknya dihapus atau diganti dengan program yang benar-benar mendidik dengan pengawasan ketat.

Pengalaman Pribadi

Ada yang punya pengalaman MOS tak terlupakan saat pertama kali masuk sekolah?

Post Views: 611
Artikel, Pendidikan Tags:MOS, MPLS, Perploncoan

Post navigation

Previous Post: Domain .MY.ID dan BIZ.ID segera naik harga dari 11rb jadi 50 dan 100rb?
Next Post: Cara Memperbaiki Sekring Listrik Rumah yang Mati

Related Posts

Perjalanan Zhang Xinyang Dari Anak Ajaib hingga Pengangguran Perjalanan Zhang Xinyang: Dari Anak Ajaib hingga Pengangguran Artikel
Acara Magelang Ethno Carnival 2023 Membangkitkan Ekonomi Lokal dan Senyuman Warga Acara Magelang Ethno Carnival 2023: Membangkitkan Ekonomi Lokal dan Senyuman Warga Artikel
Kirim uang bebas biaya Tranfer dengan Dana Artikel
Drumband AAU 2022 Mulai dari halaman Kantor DPRD Malioboro menuju ke Titik Nol. Video Drumband AAU di Malioboro 2022 – HUT TNI ke-77 Artikel
Materi Webinar Editor Jurnal Webinar Editing dan Pengembangan Substansi Editor & Reviewer Menuju Akreditasi Sinta 1-2 Artikel
Berbagai Alternatif Kran Air Otomatis (Mekanis dan Elektris) Berbagai Alternatif Kran Air Otomatis (Mekanis dan Elektris) Artikel

Cari-cari disini

Hosting terbaik Hosting termurah

Popular Post

Posting Terbaru

  • Lowongan Kerja PT Tripatra Engineers and Constructors – 10 Posisi Proyek (Desember 2025
  • Dua Srikandi Dukuh Sleman: Kisah, Tantangan, dan Inspirasi dari Lapangan
  • Kampus Pertanian di Jogja: Rekomendasi Terbaik untuk Calon Mahasiswa – Agroteknologi UMBY
  • Kemusuk: Desa Kecil di Bantul yang Melahirkan Tokoh Besar Indonesia
  • Wisata Kampung Bambu Jetis Resmi Terverifikasi di Google Maps!

Stats





DMCA.com Protection Status

Copyright © 2026 (Artikel) Internet Marketing.

Powered by PressBook Masonry Blogs